Lipoma – jaringan lemak tidak berbahaya

Labrador coklat kami, Bella, tampak memiliki daging tumbuh di perut kanan dekat dengan tulang rusuknya. Besarnya hanya sekitar setengah kepalan tangan, tapi nampak benar-benar ketara. Kami tidak ingat kapan benjolan ini mulai muncul, tapi yang jelas telah bertambah besar.  Bella nampak tidak terganggu dengan benjolan ini, dia tidak kelihatan merasa sakit atau gatal atau tidak nyaman. Saat kami periksa, benjolannya tidak terasa masif dan menempel seperti daging, hanya tergantung lepas di dalam kulit.

Saat kami konsultasikan dengan dokter hewan, kami diberitahu bahwa kemungkinan besar benjolan itu hanyalah jaringan tumor lemak tidak berbahaya yang bernama Lipoma. Website www.petmedicine.com berkata bahwa lipoma “sangat umum tumbuh di anjing usia paruh baya atau tua. Anjing betina yang kelebihan berat badan juga rentan terhadap Lipoma. Beberapa jenis anjing tertentu memiliki resiko lebih besar untuk terkena Lipoma, antara lain (tapi tidak terbatas pada): Doberman Pinschers, Schnauzers (miniatures), Labrador Retrievers, dan anjing ras campuran.”

Walaupun sebagian besar Lipoma bersifat jinak, ada satu tipe langka yang disebut Liposarcoma yang bersifat ganas dan susah dikeluarkan. Dokter hewan kami menyarankan untuk mengambil benjolan Bella untuk memeriksa apakah benjolan ini ganas atau jinak. Maka pada suatu pagi kami mengantar Bella ke klinik hewan dan kemudian menjemputnya lagi sore hari setelah operasi. Ini hanyalah operasi kecil jadi Bella tidak perlu menginap di klinik.

Link untuk operasi pengangkatan Lipoma (bukan pada Bella) dapat dilihat di sini; http://vetmedicine.about.com/od/diseasesandconditions/ss/Lipomas.htm

Setelah menjalani operasi, Bella sempat lemas karena pengaruh obat bius namun hal ini tidak mempengaruhi nafsu makannya (dia memang Labrador sejati). Setelah tidur pulas seperti batu semalaman, pagi harinya dia sudah ceria kembali. Kami harus mengawasi dia dengan ketat selama beberapa hari setelah operasi agar dia tidak menjilati luka jahitan di perutnya. Bella sangat membenci cone yang kami pakaikan di lehernya, beberapa kali dia coba dan berhasil membuka cone tersebut. Kami mencoba memakaikan perban di sekeliling perutnya, tapi perban it uterus-menerus lepas. Akhirnya dokter hewan menganjurkan kami memakaikan baju kaus bekas, dan sukses! Bella tidak mencoba membuka kausnya dan menjilat bekas jahitan. Kami tetap harus mengganti kasa di luka jahitan tiap malam, dan kaus harus sering dibuang karena cepat compang-camping dipakai bermain. Yang pasti, Bella cocok memakai warna apa saja :)

Bella harus memakai kaus selama sekitar dua minggu, sampai jahitannya kering total dan kulitnya tersambung lagi dengan sempurna. Pada saat dokter hewan datang lagi untuk memeriksanya, benang jahitan telah terlepas sendiri dan hamper tidak ada bekas luka. Beberapa minggu ke depan, bulu yang baru telah tumbuh dan menutupi bekas luka ini sehingga Bella pun telah kembali seperti sediakala. Hampir sebulan setelah operasi, kami mendapat kabar hasil lab yang menyatakan bahwa benjolan pada perut Bella ternyata adalah Lipoma yang jinak. Syukurlah! Dan sampai sekarang Lipoma itu tidak pernah tumbuh kembali.


Category : Blog

Leave a Comment